- Back to Home »
- Simulasi Digital Pertama
Posted by : D.Putera
Friday, 27 February 2015
ASEAN
Merupakan Organisasi perhimpunan
bangsa bangsa asia tenggara yang didirikan di Bangkok. 08 Agustus 1967.
Prinsip-prinsip
utama ASEAN adalah sebagai berikut:
- Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
- Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
- Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
- Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
- Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
- Kerja sama efektif antara anggota
Contents
D. Komitas Ekonomi ASEAN
Menuju ASEAN Community
2015
A. Asean Community 2015
Kurang
dari setahun, Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya akan menuju
Komunitas ASEAN. Terdapat tiga komunitas yang akan diwujudkan, yaitu komunitas
politik-keamanan, komunitas ekonomi serta komunitas sosial-budaya. Tujuan
utamanya adalah hendak menciptakan komunitas yang satu visi dan satu identitas.
Tentu saja banyak tantangan dan hambatan yang akan dihadapi. Untuk itu, ASEAN
sebenarnya harus membenahi urusan domestiknya terlebih dahulu. Everything
start at home. Setelah urusan domestik kuat, maka perwujudan Komunitas
ASEAN pada 2015 akan berhasil.
Pertama, soal komunitas
politik-keamanan khususnya terkait sengketa perbatasan di Laut Cina
Selatan.Masalah ini masih menjadi isu utama yang harus diselesaikan dengan
segera.Persoalanya adalah karena tidak hanya berkaitan sengketa batas
antarnegara anggota ASEAN namun melibatkan kekuatan besar di luar kawasan yaitu
Cina. Apabila tidak ada kesepahaman diantara negara anggota ASEAN, sulit
rasanya mengadakan negosiasi dengan Cina.
Tidak kompaknya anggota ASEAN menghadapi sengketa di Laut Cina Selatan terbukti
dalam ASEAN Ministrial Meeting di Kamboja 2012. ASEAN gagal melahirkan
komunike bersama (Joint communiqué) soal Laut Cina Selatan. Padahal komunike
bersama adalah “kebiasaan” yang lazim dilakukan ASEAN dalam menghadapi suatu
persoalan.
Pada titik ini, Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty
Natalagewa berhasil membujuk negara anggota ASEAN. Lewat diplomasi ulang-alik
(shuttle diplomacy), beliau berhasil melahirkan konsensus mengenai status Laut
Cina Selatan. Meskipun, konsensus tersebut hanya mengulang dan memperkuat apa
yang telah dinyatakan dalam
Declaration on the
Conduct of Parties in the South China Sea (2002).
Kedua adalah soal perlindungan dan penegakan hak asasi manusia (HAM).
Keberhasilan ASEAN memasukan pembentukan Badan HAM ASEAN dalam Pasal 14 Piagam
ASEAN merupakan suatu perkembangan positif. Sebab, persoalan perlindungan dan
penegakan HAM di negara anggota ASEAN menjadi salah satu isu yang disorot oleh
komunitas di luar ASEAN.
Namun, formalitas HAM dalam Piagam ASEAN menjadi hambar saat melihat praktik
perlindungan dan penegakan HAM di negara anggota ASEAN. Kasus pelanggaran HAM
kepada etnis Rohingya di Myanmar baru-baru ini menjadi bukti vulgar bahwa ASEAN
belum mampu memberikan perlindungan dan penegakan HAM kepada masyarakat ASEAN
secara keseluruhan.
Persoalannya memang tidak mudah. Dalam kasus pelanggaran HAM, hampir setiap
negara anggota ASEAN memiliki masalahnya masing-masing. Sehingga, secara etika,
sulit bagi negara anggota untuk mengkritik pelanggaran HAM yang terjadi
di negara anggota lainnya. Pada titik inilah, ASEAN sebagai entitas yang
terpisah dari negara anggota bisa mengambil posisi yang tegas.
Sayangnya, ASEAN seperti macan ompong untuk menyelesaikan pelanggaran HAM. Hal
ini dapat dilihat dari kerangka acuan (TOR) ASEAN Intergovernmental
Commission on Human Rights (AICHR) yang tidak memberikan kewenangan untuk
mengusut dan memberikan sanksi atas pelanggaran HAM. Preseden ini memberikan
bukti bahwa negara anggota ASEAN sebenarnya masih setengah hati untuk membentuk
suatu badan independen dalam mengusut pelanggaran HAM.
Ketiga, integrasi ekonomi dan sosial budaya. Persoalan ASEAN yang juga patut
diperhatikan adalah bagaimana menciptakan integrasi di bidang ekonomi serta
sosial budaya untuk menciptakan masyarakat ekonomi dan masyarakat sosial budaya
ASEAN. Selama ini, konsentrasi ASEAN hanya berkutat pada masalah politik dan
keamanan sehingga upaya penguatan di bidang ekonomi dan sosial budaya seolah
terlupakan.
Tujuan untuk menciptakan pasar tunggal ASEAN yang terdiri dari lima elemen
yakni; kebebasan perdagangan barang, jasa, investasi, modal dan tenaga
kerja ahli masih jauh untuk terwujud. Secara normatif, ASEAN memiliki blue
print soal integrasi ekonomi. Misalnya, soal liberalisasi penerbangan. Akan
tetapi, eksekusi rencana tersebut masih sangat sulit apabila dihubungkan dengan
kesiapan infrastruktur masing-masing negara anggota ASEAN. Hal ini tentu saja
terkait dengan tingkat ekonomi yang tidak berimbang di antara negara anggota
ASEAN.
Disparitas ekonomi antara negara anggota ASEAN memang tidak bisa dijadikan
alasan sebagai faktor penghambat integrasi ekonomi. Solusinya adalah mendorong
negara-negara seperti Myanmar, Kamboja dan Vietnam untuk dapat meningkatkan kapasitas
ekonominya melalui pemberian keistimewan sementara dalam hal investasi dan
liberalisasi perdagangan.
Di bidang sosial budaya, ASEAN sebenarnya sangat terbantu dengan perkembangan social
media yang berkembang pesat akhir-akhir ini. Melalaui ruang tersebut,
komunitas ASEAN terbentuk melalui komunikasi informal antar warga negara
masing-masing negara anggota ASEAN. Perkembangan ini sesuai dengan harapan
ASEAN yang ingin memperkuat organisasi melalui keterlibatan public
(masyarakat). Inilah sejatinya yang dimaksud dalam Piagam ASEAN sebagai
komunitas ASEAN.
Ketiga persoalan domestik tersebut di atas harus mampu diselesaikan oleh ASEAN
secara elegan dan efektif. Sebab, apabila tidak sulit untuk menciptakan
Komunitas ASEAN pada tahun 2015. Pada akhirnya, semoga Komunitas ASEAN akan
lebih memberikan manfaat bagi semua.
Dasar
terbentuknya Komunitas ASEAN 2015 sendiri ditopang oleh tiga pilar utama yaitu:
1.
Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN.
2. Komunitas
Ekonomi ASEAN
3. Komunitas Sosial
dan Budaya ASEAN
C. Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN
ASEAN Political
and Security Community - Tujuan dibentuknya "Komunitas Politik
dan Keamanan ASEAN" ini bertujuan untuk mendorong dan mempercepat
terbentuknya kerjasama dalam bidang politik dan keamanan di kawasan Asia
Tenggara dan menciptakan kedamaian dan stabilitas keamanan di kawasan negara
ASEAN.
Jadi dengan
terbentuknya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ini diharapkan bisa
mengatasi segala permasalahan yang menyangkut masalah politik dan keamanan di
negara ASEAN. Kita bisa ambil contoh kasus perselisihan tapal batas antara
Indonesia dengan Malaysia misalnya blok ambalat yang diperselisihkan dulu.
Dengan adanya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ini maka diharapkan
akan bisa menjawab permasalahan yang ada.
Keamanan laut
misalnya, selat Malaka merupakan jalur perdagangan laut internasional yang
sangat rawan sekali adanya kejahatan seperti pembajakan. Nah dengan
dibentuknya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ini pastinya akan bisa
menjawab tantangan tersebut.
Tidak hanya itu
saja, ancaman teroris juga menjadi isu yang sangat serius di kawasan ASEAN jadi
diharapkan dengan adanya Komunitas Politik dan Keamanan ASEAN ini akan
meminimalisir segala ancaman teroris dan sebagainya.
ASEAN Economic Community - Tujuan dibentuknya "Komunitas
Ekonomi ASEAN" tidak lain untuk meningkatkan stabilitas
perekonomian di kawasan ASEAN. Membentuk kawasan ekonomi antar negara ASEAN
yang kuat. Kita tahu sekarang ini di Amerika dan Eropa masih mengalami krisis
ekonomi. Dan dengan terbentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN diharapkan akan
bisa mengatasi masalah-masalah dalam bidang perekonomian antar negara ASEAN.
Jangan sampai kasus krisis ekonomi seperti di Indonesia pada tahun 1997 dulu
terulang kembali.
Terciptanya
kawasan pasar bebas ASEAN. Nah ini merupakan tantangan tersendiri bagi pelaku
usaha di negara ASEAN. Persaingan produk dan jasa antar negara ASEAN akan di
uji di sini. Bagi anda pelaku usaha dan jasa mulai sekarang tingkatkan kualitas
produk anda. Buatlah produk anda agar dicintai konsumen anda. Dengan membuat produk
yang berkualitas serta harga terjangkau pasti anda akan bisa bersaing dengan
produk dari negara ASEAN lainnya.
Jika produk dan
jasa anda memuaskan, maka tak heran produk anda akan terjual ke pasar yang
lebih luas yaitu ke negara-negara ASEAN. Saya juga dengar dengan
terbentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN ini maka warga negara yang bekerja di
negara lain (ASEAN) maka tidak menggunakan paspor maupun visa kerja. Warga
negara Vietnam misalnya, juga bisa melamar kerja di Indomaret dengan syarat yang
sama seperti warga negara Indonesia.
Gambaran
sederhana tentang keragaman jumlah penduduk, luas wilayah, raihan pembangunan
manusia dan kemajuan ekonomi dapat dirujuk pada tabel berikut:
Data Negara-negara Anggota ASEAN
2010-2011
Negara
|
Jumlah Populasi (Jiwa)
|
Luas Wilayah
(km2)
|
HDI
2011
|
Peringkat HDI
2011
|
GDP 2010(dalam US$)
|
Pertumbuhan
Ekonomi 2010 (%)
|
Peringkat GDP 2010(dunia)
|
Brunei
|
402 ribu
|
5,675
|
0,838
|
33
|
20,38 miliar
|
4,1%
|
123
|
Filipina
|
102 juta
|
300,000
|
0,644
|
112
|
351,4 miliar
|
7,6%
|
34
|
Indonesia
|
245,6juta
|
1,904juta
|
0,617
|
124
|
1,03 triliun
|
6,1%
|
16
|
Kamboja
|
14,7juta
|
181,035
|
0,523
|
139
|
30,18 miliar
|
6,0%
|
108
|
Laos
|
6,47juta
|
236,800
|
0,524
|
138
|
15,69 miliar
|
7,9%
|
135
|
Malaysia
|
28,7juta
|
329,847
|
0,761
|
61
|
414,4 miliar
|
7,2%
|
30
|
Myanmar
|
53,9juta
|
676,578
|
0,483
|
149
|
76,47 miliar
|
5,5%
|
80
|
Singapura
|
4,7juta
|
697
|
0,866
|
26
|
219,9 miliar
|
14,5%
|
41
|
Thailand
|
14,7juta
|
181,035
|
0,682
|
103
|
586,9 miliar
|
7,8%
|
25
|
Vietnam
|
90,6juta
|
331,210
|
0,593
|
128
|
276,6 miliar
|
6,8%
|
42
|
E. Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN
ASEAN Socio and
Cultural - Tujuan dibentuknya "Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN"
untuk memajukan dan mensejahterakan antar negara ASEAN dalam bidang sosial,
kebudayaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan masalah seputar sosial
budaya.
Selain itu Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN ini juga akan
menciptakan masyarakat yang beradab, saling menjaga toleransi antar negara
ASEAN, saling menghormati, menciptakan rasa persodaraan yang lebih kuat serta
menjunjung tinggi rasa kemanusiaan atar negara ASEAN.
Jadi siapapun
kita entah orang Indonesia, entah orang Malaysia, Vietnam, Philipina, dan
lainnya "Kita Adalah Sodara!, kita adalah warga ASEAN"
Jadi dengan
terbentuknya Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN diharapkan akan menjawab
permasalahan yang ada. Misalnya kasus klaim kebudayaan suatu bangsa antar
negara ASEAN, hal tersebut akan diselesaikan dengan Komunitas Sosial dan
Budaya ASEAN.
Selain itu
nantinya semua warga ASEAN akan memiliki tambahan satu kartu identitas yaitu ID
ASEAN semacam KTP ASEAN gitu lah, keren kan!
Ingat dengan
terbentuknya Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN ini akan mengingatkan kita
tentang "Jaman Majapahit" kenapa begitu? ingat jaman dahulu
"Kerajaan Majapahit" yang cukup terkenal itu wilayahnya adalah Asia
Tenggara (ASEAN) jadi secara sadar atau tidak sadar sesama warga negara ASEAN
itu sebenarnya bersodara sejak dahulu.
Jadi dengan
terbentuknya Komunitas Sosial dan Budaya ASEAN nantinya diharapkan sesama
warga ASEAN bisa saling menjaga tali persodaraan dan menjunjung tinggi rasa sosial
kemanusiaan atar warga ASEAN. Jadi sesama warga ASEAN itu tidak boleh saling
hina menghina seperti selama ini antara Indonesia dan Malaysia yang terkadang
timbul benturan-benturan.
Jadi mulai sekarang STOP..!
saling hina antar warga ASEAN. Kita adalah sodara, satu identitas yaitu warga
ASEAN!
Itulah sedikit penjelasan singkat
tentang gambaran apa itu pengertian dari ASEAN Community 2015 atau
Komunitas ASEAN 2015. Dengan demikian kita khususnya warga negara Indonesia
siap tidak siap kita harus siap menyambut yang namanya "Integrasi
ASEAN" di tahun 2015 nanti. Sekarang tahun 2013 bukan saatnya
untuk bersantai. Tahun 2015 cuma tinggal menghitung hari jadi siapkan
segalanya.
Jangan lupa kasih tahu kepada
keluarga anda, tetangga anda, warga kampung anda, dan semuanya tentang apa itu
"Komunitas ASEAN" tersebut. Sehingga dengan demikian kita semua akan
siap menghadapi ASEAN Community 2015 nanti.
Bagi anda seorang blogger, anda
juga bisa turut serta mensukseskan dan mensosialisasikan tentang ASEAN
Community 2015 ini dengan tulisan-tulisan seputar Komunitas ASEAN 2015.
Sehingga akan banyak informasi seputar Komunitas ASEAN ini. Dan anda juga bisa
bergabung di komunitas "ASEAN Blogger Community" untuk mengawal terbentuknya
ASEAN Community 2015.